Ingatan terenyah
karena hiruh-riuh
Mata melotot tajam
karenamu
Akhir bukan tamat,
tapi aku ingat
Waktu hilang
ditelan jam
Helusan kuduk
malam datang,
“Kau pasti tak
ingat,” katamu,
“Aku
mengingatnya,” jawab hatiku,
Getaran prasangka
buruk, akan,
ambruk jadi
gubuk
wajah, aurah,
dan tingkahmu,
aku ingatmu,
Jauh tak berarti
hilang,
jarak mata terus
memandang
tak terkekang,
aku mengingatmu,
Kesal, lelah,
terengah-engah,
membekap hidup
tak terarah
yakin,
aku ingat
padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar