Rabu, 27 Mei 2015

Aku Ingat


Ingatan terenyah karena hiruh-riuh
Mata melotot tajam karenamu
Akhir bukan tamat,
tapi aku ingat

Waktu hilang ditelan jam
Helusan kuduk malam datang,
“Kau pasti tak ingat,” katamu,
“Aku mengingatnya,” jawab hatiku,

Getaran prasangka buruk, akan,
ambruk jadi gubuk
wajah, aurah, dan tingkahmu,
aku ingatmu,

Jauh tak berarti hilang,
jarak mata terus memandang
tak terkekang,
aku mengingatmu,

Kesal, lelah, terengah-engah,
membekap hidup tak terarah
yakin,
aku ingat padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar