Jumat, 22 Mei 2015

Menunggu








Terbangun dari gelap tidur
diikuti sayup-sayup sunyi tak
terukur,
bertanya, apakah ada?
Jiwa yang tak siap menerima


Sepi, sendiri, tak berarti,
dengungan angin berucap;
tunggu,
kau tak mengganggu



Arus jiwa yang retak,
“apakah tak ada yang peduli?”ucap jiwaku.
Balutan kain ditubuh,
jadi teman menunggu



Suara gaduh sampai tak menentu
menelisik lobang kecil ditubuh
“tunggu saja!!”, ucap bongkahan hati,
menantilah, tak usah kau takut mati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar