![]() |
| Ibnu dan Lady duduk manis di kursi pelaminan |
Wajah
Ibnu Rozali terlihat canggung ketika mengenakan pakaian pengantin duduk manis
diatas pelaminan indah ketika bergandengan tangan dengan Lady Nanda dalam acara
akad dan resepsi pernikahannya di Kertapati Palembang, Kamis 02 Agustus. Ibnu
dan Lady resmi menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam. Raut mukanya
bergaris layaknya terharu. Sesaat dia tertawa terpaksa, tak kuat menahan
kebahagiaan itu. Iben, itulah sapaan akrabnya. Ia satu dari sepuluh anggota
IKARAFAH (Ikatan alumni Raden Fatah) yang mampu menjadikan ia dan istri barunya
seperti bintang kecil. Bintang itu menemukan hari indahnya untuk menyinari
permukaan bumi yang datar.
Untuk sampai
ke lembaran baru itu baginya tak lah mudah. Gonjang ganjing masalah internal
kuat dihadapinya. Sebelum itu ia adalah seperti meteor diangkasa yang tak
terlihat akan kegelapan. Pernikahannya di hari itu sungguh sangat spesial,
meski begitu terlihat perasaan hati hari itu bercampur nan berkecamuk. Ia
pandai menyimpan masalah pribadinya agar sepasang bintang kecil itu terlihat
tetap bercahaya terang. Awal cerita, pagi itu handphone ku bergetar diam dan
takberdering. Kulihat itu panggilan masuk dari Iben. Menjelang akad nikahnya kuyakini dia sangat membutuhkan peran kami.
Sebagai teman dekat, teman tidur, makan dan seperjuangan, itu menjadi suatu
keharusan. Dalam panggilan masuk itu dia bertanya ; lagi dimana kalian rif?
Sudah berngkat belum?. Itu menjadi tanda awal bahwa ia benar-benar membutuhkan
tenaga kami.
Pada
hari itu, aku dan empat temanku tentu sudah memiliki tanggung jawab
masing-masing dalam mempersiapkan acara itu. Tak lain tugasku bersama Mahmud
adalah menemui Kak Iwan (Photografer Profesional) untuk mengambil Power (kekuatan pengeras suara). Rando
ditugaskan membantu Minsah dalam menyusun Sound
system sedangkan Yayak memainkan orgennya.
![]() |
| Saat kedua mempelai menaiki panggung |
Hari
itu tak terasa lelah, ditambah pandangan mataku tetap tertuju dengan sepasang
bintang kecil itu yang duduk manis di kursi pelaminan di atas panggung yang
berukuran 5x5 itu. Sesaat mata pengantin baru itu memandang para tamu undangan.
Tak lupa hampir seluruh tamu itu tak melewatkan kesempatan untuk foto bersama.
Mulai dari keluarga dekat hingga kepanitia pernikahan. Hatiku bergetar, bulu kudukku
tegak bak seperti ketakutan. Aku terharu yang dulunya bintang itu seperti lemas
dalam kesurapan kini berubah menjadi sepasang bintang untuk memulai memancarkan
cahaya terang. Kuyakini sepasang bintang itu akan tetap selalu bahagia tak kala
angin mengguncang, gelepan melanda dan masalah menerpa. Aku ingin mengucapkan
semoga menjadi Sakinnah Mawaddah Warohma sepasang bintang kecil.
Ibnu Rozali And Lady Nanda*
Ibnu Rozali And Lady Nanda*


Tidak ada komentar:
Posting Komentar